PENETAPAN SASARAN BERBASIS KEKUATAN

Pertama ketahui , kemudian gunakan yang terbaik dari apa yang harus anda lakukan

06 maret 2012

oleh Jim Asplund and Nikki Blacksmith  dari Gallup Management Journal

Apakah ekonomi sedang baik atau buruk, sebagian besar organisasi terus-menerus mencari cara untuk meningkatkan produktivitas. Bagi manajer yang selalu mencari upaya untuk berbuat lebih banyak dengan tenaga lebih sedikit, langkah kunci pertama adalah mengetahui bawahan mereka secara individual. Hal ini membantu manajer menjadikan bawahannya sukses, memotivasi mereka, dan menjaga mereka fokus pada tindakan yang penting untuk kesehatan organisasi.
Karyawan yang
dengan sengaja menerapkan kekuatan mereka pada pekerjaannya akan meningkatkan peluang keberhasilan mereka.
Tapi sulit bagi manajer untuk me
nerapkannya jika mereka tidak menyelaraskan kekuatan orang-orang di tim mereka. Dan sulit bagi pekerja untuk menggunakan kekuatan mereka jika manajer mereka tidak mengerti, menghargai, atau memaksimalkan kekuatan itu.

Mengetahui apa yang diharapkan
Dari jutaan pegawai
yang telah disurvei oleh Gallup, lebih sedikit dari separuhnya memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka pada pekerjaannya. Hal ini sangat mengkhawatirkan. Sulit bagi sebuah organisasi untuk mencapai tujuannya jika tidak membantu karyawan memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk mencapai tujuan tersebut.

"Salah satu landasan yang paling penting dari kinerja adalah menentukan apa yang dapat Anda lakukan dengan baik, potensi terbesar apa yang Anda memiliki , dan membawanya ke pekerjaan yang Anda lakukan," kata Nicole Helprin, direktur internal dan komunikasi engagement karyawan di Hewlett-Packard. "Ketika orang merasa dapat memanfaatkan bakat mereka di tempat kerja, mereka lebih produktif, mereka lebih engaged, dan mereka akan lebih berhasil dalam memenuhi harapan mereka."

Kurangnya sasaran / target yang  jelas akan merugikan produktivitas organisasi. Lebih buruk lagi, hampir mustahil bagi organisasi untuk menjadi kredibel di mata karyawannya jika tidak dapat dengan jelas mengartikulasikan apa yang karyawan harus lakukan di tempat kerja. Jadi apa cara terbaik untuk berkomunikasi harapan kepada karyawan?

1. Jelaskan target apa yang harus dicapai oleh setiap karyawan , bukan bagaimana mencapainya.  Jangan jelaskan target tersebut sebagai proses atau serangkaian langkah-langkah; jelaskanpada mereka hasil apa yang perlu dicapai untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Kenali kekuatan
terbesar dari setiap karyawan . Kemudian, bahas bagaimana karyawan dapat menggunakan kekuatan unik mereka untuk mencapai harapan diatas. Hal ini juga membantu manajer memahami cara-cara khusus karyawan dalam menghasilkan hasil yang luar biasa. Ada berbagai cara untuk menyelesaikan suatu tugas. Memberi kebebasan kepada karyawan untuk menggunakan kekuatan mereka dalam mencapai hasil dapat membantu mereka menemukan cara yang lebih efisien untuk memenuhi harapan perusahaan.

"sangat penting untuk memahami kekuatan Anda sendiri dan bagaimana Anda menerapkannya pada pekerjaan Anda," kata Helprin. "Ini membantu Anda memetakan diri Anda dan tim Anda     – seseorang mungkin tidak baik pada hal yang itu, tetapi mereka sangat pandai dalam hal yang ini, dan itu sangat membantu dalam memahami bagaimana membagi bagi pekerjaan . Itu membebaskan Anda dari resiko dalam menempatkan seseorang di pekerjaan yang salah atau dalam memberikan tanggung jawab ditempat yang bukan keunggulan mereka. "

Mengidentifikasi kekuatan
Gallup
bertanya kepada lebih dari 11.000 karyawan pertanyaan berikut: "Setiap minggu, saya menetapkan sasaran dan harapan berdasarkan kekuatan saya." Hanya 36% dari karyawan yang sangat setuju dengan pernyataan itu. Jadi tampak bahwa sebagian besar karyawan juga tidak tahu kekuatan mereka atau tidak mampu menerapkannya dalam pekerjaan mereka saat ini. Hal ini sangat disayangkan, karena karyawan yang menetapkan tujuan berdasarkan kekuatan mereka lebih dari tujuh kali lebih engaged dalam pekerjaan mereka dan karena itu jauh lebih mungkin menjadi berkinerja tinggi.

Mengidentifikasi kekuatan dari setiap karyawan bisa sulit, dan bahkan seringkali individu tidak tahu bagaimana menjelaskan apa yang mereka lakukan yang terbaik. Gallup telah mengembangkan Cliffton Strengths Finder (kalau di Indonesia,ada Talents Mapping), yang menyiapkan langkah awal untuk mengidentifikasi kekuatan pribadi tertentu. Tapi karyawan perlu tahu lebih dari sekedar apa kekuatan mereka. Mereka juga perlu tahu bagaimana menggunakan apa yang telah mereka pelajari tentang kekuatan mereka di tempat kerja.Dan disinilah Pengembangan Berbasis Kekuatan digunakan

Program Pengembangan Berbasis Kekuatan menjanjikan manfaat finansial yang signifikan bagi organisasi. Dalam proyek Gallup dengan kliennya di seluruh dunia, telah jelas bahwa manfaat ini bergantung pada apakah karyawan dapat menerapkan apa yang mereka pelajari tentang diri mereka sendiri untuk tugas sehari-hari mereka. Aspek yang paling dasar dan penting dari proses perkembangan adalah belajar bagaimana menetapkan tujuan dan harapan berdasarkan kekuatan.

Apabila dilakukan dengan benar, proses penetapan target / sasaran berbasis kekuatan menjelaskan apa arti  keberhasilan bagi organisasi dan apakah setiap karyawan mencapainya. Karyawan yang sungguh -sungguh menerapkan kekuatan mereka di pekerjaan mereka dapat meningkatkan peluang keberhasilan mereka. Dan ketika karyawan ini bekerja pada apa yang terbaik dari mereka, mereka memperlihatkan rekan-rekan mereka dan manajernya apa yang diharapkan dari mereka.

Pendekatan ini juga membantu membangun hubungan emosional yang positif antara karyawan dan manajer yang merupakan faktor penting diperlukan untuk employee engagement. Dan itu membantu manajer memahami bagaimana memotivasi anggota tim mereka. Juga merupakan salah satu halyang penting bagi karyawan untuk tahu apa yang mereka lakukan dengan baik, untuk melakukannya yang terbaik dari kemampuan mereka setiap hari.

Helprin telah menemukan bahwa review kinerja yang dimulai dengan daftar kekuatan (bukan satu tahun catatan dan pengamatan) jauh lebih pribadi dan akurat. Pendekatan ini menghasilkan lebih dari sekedar membantu kinerja timnya. Ini juga menunjukkan bahwa dia mengerti setiap orang secara individual, yang, kata Helprin, "membuat karyawan merasa diperhatikan dan dipahami . Tingkat spesifisitas itu sangat membantu untuk saya:[Ini membantu saya] memandu karyawan saya untuk menggunakan bakat dan keterampilan tapi hal itu juga istimewa dari sudut pandang  karyawan yang tahu bahwa manajer Anda memotivasi Anda. "

Belajar tentang kekuatan adalah sebuah perjalanan. Mungkin mulai dengan individu, tetapi sering kali menjadi upaya tim yang dicapai oleh karyawan, manajer, dan organisasi. Begitu perjalanan telah dimulai, semua orang yang terlibat dapat mempelajari tentang kemampuan masing-masing dan mengembangkan apa yang mereka ketahui. Kemudian mereka dapat menetapkan tujuan dan mencapai sasaran-sasaran antara  menuju keberhasilan organisasi .

Powered by Qumana

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: