STRENGTHS CLUSTER MAP

Walaupun Strength Cluster Map ditemukan secara tidak sengaja ditahun 2007 , belakangan ini Abah baru menyadari bahwa peta ini mampu menjelaskan banyak hal seperti :

  • sejarah manajemen
  • kerancuan istilah soft and hard skill
  • kerancuan istilah soft and hard competency
  • mengapa stick and carrot motivation tidak bisa bekerja pada situasi manajemen masa kini
  • apa bedanya Motivation dengan Engagement.

Peta Klaster Kekuatan ini terdiri dari 114 aktivitas (boleh juga dibilang Kekuatan,karena mempunyai taxonomi yang sama) yang terdiri dari 30 kelompok (tidak terlihat didalam peta) dan 8 klasifikasi Kekuatan yaitu

  1. Servicing [S]
  2. Thinking [T]
  3. Reasoning [R]
  4. Elementary [E]
  5. Networking [N]
  6. Generating Idea [Gi]
  7. Technical [Te]
  8. Headman [H]

yang dapat dikelompokan lagi kedalam dua kelompok besar

  1. Motivasi Diri dan Otak Kiri : Thinking, Reasoning, Elementary dan Technical
  2. Otak Kanan : Headman, Networking, Servicing, Generating Idea

Sejarah Manajemen dapat dijelaskan melalui Peta diatas  sbb:

  • 1910-1935 : Era Taylor dan Fayol Organisasi dianggap sebagai mesin, yang dibutuhkan dari pekerja hanya tangannya saja [skill], aktivitas didalam peta ada didaerah  E dan Te ( striving )
  • 1935-1955 : Era Optimalisasi dengan penerapan model matematik , operational research, untuk peningkatan  produltivitas dimana Organisasi masih dianggap sebagai mesin
  • 1955-1970 :Era Pendekatan Sistem, Berpikir Sistem, Rational Scientific dimana Organisasi masih dianggap sebagai Mesin,Aktivitas di Era ini mulai bergeser membesar didalam Peta didaerah E,Te (Striving) dan juga T, R (otak kiri).
  • 1970-1985 : Era Manajamen Strategik, analisa SWOT, manajemen Inovasi dimana organisasi mulai dianggap sebagai Makhluk dan aktivitasnya mulai masuk kedaerah otak kanan (Gi).
  • 1985 – 2000 : Era Organisasi Belajar, Manajemen Pengetahuan, Kompetensi dimana organisasi dianggap sebagai makhluk
  • diatas 2000 : Potensi dan Karakter mulai diperhitungkan dimana Organisasi dianggap sebagai komunitas dan mulai ada pergeseran dari Manufacturing Economy ke Service Economy dimana Human Sigma mulai menggantikan Six Sigma dan aktivitas otak kanan maupun interpersonal mulai banyak digunakan.

kerancuan istilah hard dan soft skill:

  • definisi dari skill adalah “steps of an activity” atau langkah langkah dari suatu kegiatan
  • ada kegiatan yang memiliki langkah-langkah, ada juga kegiatan yang tidak memiliki langkah -langkah
  • berarti ada kegiatan yang tidak memiliki skill, yaitu kegiatan yang sifatnya intuitif seperti misalnya caring, strategizing, visioning dlsb
  • tidak jarang kita mengartikan “skilled” sebagai “competent”
  • saat ini pengertian skill sudah misleading karena sebagian masuk ke “soft competency” sebagian lagi bahkan masuk ke “personality traits”
  • sebaiknya istilah softskill diganti saja dengan soft competency

Mengapa Skilled sering diartikan sebagai Competent

  • dalam Era Manufacturing Henry Ford berkata : Apa yang saya butuhkan dari karyawan saya hanyalah tangannya tanpa perlu kepala tanpa perlu hati, karena hati dan kepala seringkali membuat masalah”
  • pernyataan tersebut banyak benarnya untuk lingkungan kerja manufaktur
  • dalam Era ini, kalau anda misalnya tidak bisa membongkar-pasang mesin kemudian diberikan peralatan lengkap plus buku lengkap tentang bongkar pasang mesin tersebut, maka apabila anda mengikuti langkah-langkah yang ada dibuku tersebut anda bisa bongkar-pasang mesin tersebut dan apabila anda lakukan berkali-kali maka anda dianggap “Skilled” atau Competent.
  • itu sebabnya seseorang yang “skilled” dikatakan “competent”
  • di Era sekarang yang mulai bergeser ke Era “Service Economy” , unsur “kepala dan hati” menjadi lebih penting
  • suster yang mempunyai skill sama dalam menyuntik pasien untuk penyakit yang sama dan obat yang sama, ternyata memberi rasa yang berbeda  bagi pasien yang disuntiknya dimana yang satu kalau menyuntik terasa sakit tetapi yang lainnya kalau menyuntik tidak terasa sakit
  • di Era ini unsur skill , kalah oleh unsur Bakat khusus nya bakat yang terkait dengan interpersonal (Relating Talents dan Impacting Talents) dan Bakat-bakat Otak Kanan seperti Futuristic, Strategic dan Ideation sehingga untuk bisa competent harus ada “Bakat plus Skill plus Knowledge tentunya”

Soft dan Hard competency : tunggu tulisan berikutnya ya …

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: