“THE EXPRESSING LEADERS”

STRENGTH BASED MOTIVATION SERIES TOPICS

PENGANTAR:

Pergeseran industri dan organisasi dari Manufacturing Economy ke Service Economy dalam 15 tahun terakhir ini membuat peran manusia menjadi sangat penting.

Dengan demikian peran komunikasi menjadi semakin penting yang menuntut keterbukaan, penghargaan dan kesaling tergantungan manusia didalam organisasi.

Kalau dalam era Manufacturing Economy  kepemimpinan dengan pendekatan Impressing Leader bisa berhasil maka dalam era Service Economy ini kepemimpinannya pun harus bergeser menjadi pendekatan Expressing Leader.

Expressing Leaders pertama kalinya diperkenalkan oleh Tal Ben Shahar salah satu dosen di Harvard University dalam kuliah Positive Psychology yang juga merupakan salah satu kuliah yang sangat digemari disana bahkan dikenal didunia.

Pendekatan ini dibutuhkan dalam pendekatan manajemen baru yang disebut sebagai Strengths Based Organization yang beberapa tahun belakangan mulai dilirik oleh banyak perusahaan didunia.

EXPRESSING vs IMPRESSING LEADERS

IMPRESSING

  • Selalu berusaha menutupi kelemahannya
  • Selalu mencoba memperbaiki kelemahannya
  • Selalu berharap bisa memperbaiki kelemahannya

EXPRESSING

  • Mengetahui kekuatan dan kelemahannya
  • Berani menyatakan kekuatannya dan menjamin dapat berkinerja baik pada kekuatannya
  • Berani mengakui kelemahannya dan membutuhkan orang lain yang memiliki kekuatan disitu untuk bersinergi

Kunci utama untuk bisa menjadi Expressing Leader adalah

  • menemukan kekuatan dan kelemahan diri,
  • kemudian nyatakan kekuatan dan akui kelemahan yang dimiliki.
  • Tunjukkan bahwa anda mampu berprestasi pada kekuatan yang anda nyatakan dan
  • delegasikan tugas tugas dalam kelemahan anda kepada yang memiliki kekuatan disitu.

CARA CEPAT MENEMUKAN DIRI

Setelah melakukan berbagai penelitian Abah Rama berhasil menemukan 30 Strength Typology manusia terkait Karir seseorang yang dapat mewakili 114 klaster kekuatan seseorang.

Dengan memilih 4 sd 6 tipologi yang “Gue Banget” maupun “4 sd 6” Strength Typology yang “Bukan Gue Banget” maka seseorang dapat mengetahui Karir mana yang sebaiknya diambil dan mana yang harus dihindarkan.

30 TIPOLOGI KEKUATAN MANUSIA

ADMINISTRATOR, AMBASSADOR, ANALYST, ARRANGER, BUSINESSMAN, CARETAKER, COMMANDER, CREATOR, DESIGNER, DISTRIBUTOR, EDUCATOR, EVALUATOR, EXPLORER, INTERPRETER, JOURNALIST, MARKETER,MEDIATOR, MOTIVATOR, OPERATOR,PRODUCER, QUALITY CONTROLLER, RESTORER, SAFEKEEPER, SELECTOR, SERVER, STRATEGIST,SYNTHESIZER, TREASURER, VISIONARY.

Tentu saja dengan mengetahui Tipologi tersebut belum cukup rinci walaupun sudah bisa digunakan untuk menyusun Tim.

Untuk bisa menemukan kekuatan dan kelemahan secara lebih rinci, dapat menggunakan asesmen yang dinamakan Talents Mapping yang dimaksudkan untuk menggali karakteristik produktif seseorang dan juga Personal Strength Statement untuk mengetahui kompetensi dan atau minat terhadap aktivitas tertentu.

BAGAIMANA ABAH RAMA MENYIKAPI KEKUATAN DAN KELEMAHAN

Berikut ini adalah Tipologi maupun Kekuatan / Keterbatasan Abah Rama

GUE BANGET:

Educator. Strategist, Synthesizer, Server, Motivator

BUKAN GUE BANGET:

Commander, Mediator, Safekeeper, Administrator

POTENSI KEKUATAN:

Teaching, Advising, Guiding, Consulting, Motivating, Conceptualizing, Strategizing, Planning, Synthesizing, Serving

KETERBATASAN:

Controlling, Interogating, Collecting, Mediating, Negotiating, Purchasing, Selling, Auditing, Investigating, Safekeeping, Securing, Filing, Houseekeeping

SEBAGAI DIREKTUR UTAMA:

Selama menjabat direktur utama di beberapa perusahaan, masalah strategi, perencanaan, motivasi dan koordinasi memang tidak menjadi masalah akan tetapi didalam mengatasi konflik, berjualan, bernegosiasi, kerapihan administrasi memang sangat mengganggu untungnya tugas tugas terakhir ini dapat dilakukan oleh partner kerja.

Hal tersebut bisa terjadi karena semua orang diperusahaan mengenali kelemahan Abah dan mengisi kelemahan ini dengan kekuatan yang mereka miliki.

PILIHAN SEKARANG:

Konflik sangat mengganggu Abah Rama karena bakat Harmony  yang sangat dominan disisi lain harus menghadapi konflik juga menjadi masalah besar karena bakat Command  yang sangat tidak dominan.

Sebagai Direktur Utama, kemampuan menghadapi konflik harus ada dan itu membuat Abah sering merasa stress, sehingga setelah mengetahui hal ini maka pilihan karir berikutnya adalah menjadi Guru atau Adviser yang memang benar benar sesuai dengan kekuatan.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: