FOKUS PADA KEKUATAN SIASATI KELEMAHAN

PENGANTAR
Belakangan ini kata kata “Fokus pada Kekuatan Siasati Kelemahan” sudah mulai dikenal di Indonesia dan kalau dicari di google sudah ada sekitar 20 [duapuluh].
Kata kata ini dibuat sekitar bulan agustus tahun 2002,ketika kami bertiga [Abah Rama,Pekik Denjatmiko dan Sarjana Harja Utama], mendapat tugas menyusun materi pelatihan untuk Asuransi Buana Independen yang direncanakan dilaksanakan bulan Desember 2002, berdasarkan buku “Now Discover Your Strength” Donald O Cliffton & Marcus Buckingham, dimana disebutkan kata kata “Focus on Strength Manage around Weakness” yang pada saat itu sdr.Pekik mengusulkan istilah “siasati” untuk menggantikan kata “Manage Around”.

ISU ABADI
Ada 2 [dua] Isu abadi didunia yang perlu kita kenal agar dapat memahaminya secara bijak dalam mengambil keputusan atau tindakan
Pertama :untuk mengembang diri [personal development], kemana sebaiknya kita meluangkan waktu ? memanfaatkan kekuatan atau memperbaiki kelemahan?
Kedua : Nature vs Nurture, yaitu apakah manusia bisa berubah?
Sekarang ini didunia,hampir semua orang percaya bahwa manusia bisa berubah, ditambah lagi buku buku dan seminar motivasi mengatakan bahwa :
“kita bisa menjadi apapun kalau ada kemauan dan kerja keras!”.
Kata kata tersebut sebenarnya tidak salah melainkan kurang lengkap karena seharusnya adalah:
“kita bisa menjadi apapun kalau ada kemauan dan kerja keras sepanjang itu merupakan kekuatan kita”

Akibatnya hampir semua orang berlomba lomba untuk memperbaiki kelemahannya tanpa memilah milah mana yang bisa diperbaiki mana yang tidak bisa diperbaiki, padahal kemampuan melakukan kegiatan yang sangat erat kaitannya dengan “sifat bawaan” seseorang itu tidak bisa dikembangkan walaupun dengan pelatihan terus menerus.

PENGERTIAN YANG SALAH
Sebenarnya apa yang dimaksud bukan Kekuatan dan Kelemahan, melainkan Potensi Kekuatan dan Potensi Kelemahan [Keterbatasan], oleh sebab itu pilihannya bukan “Memanfaatkan Kekuatan atau Memperbaiki Kelemahan” melainkan “Memanfaatkan Potensi Kekuatan atau Memperbaiki Keterbatasan [Potensi Kelemahan]” dan dengan pilihan tersebut maka kita harus berpikirkembali apakah Keterbatasan bisa diperbaiki ? Tentunya tidak bisa kan ? Dan bisa kita lakukan adalah menyiasati kemungkinan terjadinya kelemahan dengan cara menghindari kegiatan yang membutuhkan Keterbatasan kita.

MENGAPA PENTING UNTUK MENDAHULUKAN PEMANFAATAN KEKUATAN KETIMBANG MEMPERBAIKI KELEMAHAN
Mengingat bahwa baik Potensi Kekuatan maupun Keterbatasan adalah sesuatu yang “Given” dari Allah maka seharusnya kita menerima dengan ikhlas keterbatasan tersebut, tidak perlu diperbaiki karena hanya membuang energi,waktu dan biaya, maka upayanya haruslah berfokus pada memanfaatkan Potensi Kekuatannya oleh sebab itu mottonya adalah “Fokus pada Kekuatan dan Siasati Kelemahan” .
Fokus pada Kekuatan Siasati Kelemahan merupakan pengejawantahan dari “mensyukuri nikmat” dan diawali dengan menggali nikmat bakat dan nikmat potensi kekuatan, untuk kemudian disyukuri dengan mengasahnya melalui pelatihan untuk mendapatkan Skill dan pembelajaran untuk mendapatkan Knowledge.

IMPLEMENTASI:
• INDIVIDU :
o kalau bicara kekuatan kelemahan individu, sebenarnya lebih kepada karakteristik manusia yang terdiri dari Personality maupun Kebiasaan yang produktif dan berikutnya disebut sebagai Bakat [dalam pengertian Gallup].
o Karakteristik inilah yang membuat setiap orang unik dan keunikan manusia diciptakan karena masing masing orang memiliki jalan suksesnya sendiri sendiri.
o Kumpulan karakteristik dari masing masing manusia ini membentuk minat terhadap kegiatan tertentu yang kemudian disebut Potensi Kekuatan [ sebelumnya disebut Bakat]
o Potensi Kekuatan dimiliki oleh setiap Orang, karena potensi Kekuatan merupakan bibitnya Kekuatan seseorang setelah dilengkapi dengan Keterampilan dan Pengetahuan yang terkait
o Dengan mengetahui Potensi-potensi Kekuatan dan mengasahnya,maka yang bersangkutan akan sangat produktif apabila memilih peran yang sesuai dengan kumpulan kekuatan tersebut
o Catatan : untuk menggali kekuatan seseorang silahkan kunjungi http://www.abahrama.com
• ORGANISASI
o Sedikit berbeda dengan Individu dimana kekuatannya terkait dengan karakteristik produktif Individu, maka Kekuatan Organisasi terdiri dari berbagai dimensi
o Kekuatan Organisasi
 Tata NIlai dan Budaya :
• kumpulan karakteristik individu terutama” pemegang keputusannya” bersamaan dengan Lingkungan akan membentuk Tatanilai dan Budaya tertentu
• Apabila Tatanilai dan Budaya ini selaras dengan Misi Organisasi maka Keberhasilan Organisasi akan terjamin
 Produk & Layanan
• Tergantung Misi Organisasi, maka Produk ataupun Layanan bisa menjadi salah satu Kekuatan
• Apabila Produk atau Layanan nya merupakan Kekuatan Organisasi maka Organisasi harus memfokuskan diri dalam memelihara dan memanfaatkan Produk atau Layanan tersebut
 Jaringan
• Jaringan / hubungan dengan pelanggan dan principal bisa merupakan Kekuatan yang tidak kalah penting
 Catatan : untuk menggali kekuatan organisasi dapat menggunakan konsep Apreciative Inquiry [AI]
• NEGARA
o Dalam hal Negara konteksnya lebih luas lagi, Lokasi, Musim, Sejarah, Budaya, Alam, Penduduk dlsb dapat merupakan Potensi Kekuatan, karena segala hal yang “unik” dan “Given” dari Allah merupakan tanda tanda Kekuatan.
o Kekuatan Indonesia
 Pertanian
 Perkebunan
 Perikanan & Hasil Laut
 Pemandangan
 Keragaman Budaya
 Pertambangan

• CONTOH
o Singapura
 Lokasi strategis, sehingga bisa menjadi pusat perdagangan dunia dengan memberikan banyak kemudahan bagi perusahaan dunia yang ingin membuka kantor
 Penduduknya Memiliki bakat Dagang yang relatif lebih banyak dibanding Negara Negara dekatnya, sehingga menjadi broker dari produk produk Indonesia
 Sekarang selain kemudahan membuka perusahaan dan tempat menyimpan uang yang tidak bisa dilacak asal usulnya ,Singapur juga mulai menjadi pusat Pendidikan Tinggi dan juga Rumah Sakit moderen
o Israel
 Kehidupan dalam peperangan selama ribuan tahun menyebabkan penduduknya menjadi Cerdas dan Strategik
 Itu sebabnya mereka selalu mencari kedudukan strategis didunia dan merupakan pusat riset yang hebat
• Elektronika militer : avionics pesawat tempur semuanya buatan israel
• Keuangan: boleh dikata wall street dikuasai oleh Israel
• Perusahaan minyak : hampir semua perusahaan besar dunia dimiliki Amerika [Israel]
o Contoh kedua Negara diatas yang walaupun relative tidak memiliki sumberdaya alam, ternyata mereka bisa mengahsilakn GNP per kapita yang jauh diatas [lebih dari 10 kali] Indonesia yang memiliki begitu banyak sumberdaya [ bayangkan saja, kalau kita mau memanfaatkan tepung sagu dari Irian Barat kita bisa memberi makan seluruh penduduk di Asia dan tidak tergantung tepung gandum dari Amerika]

KESIMPULAN
• Dengan konsep Fokus pada Kekuatan siasati Kelemahan di segala lini [Individu, Keluarga, Tim, Organisasi dan Negara], produktivitas akan sangat meningkat, suasana akan lebih positif karena setiap orang dapat menghargai kekuatan masing masing orang.
• Konsep “Strength Based” ini dapat merupakan pemicu untuk terjadinya perubahan yang produktif dan dapat membawa negeri ini ke jalan yang seharusnya.
o Konsep “Strength Based” ini merupakan pengejawantahan “mensyukuri nikmat” dimana Allah telah menjanjikan bahwa kalau kita syukur nikmat maka akan diberi nikmat lebih banyak lagi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: