KERANCUAN ISTILAH HARD & SOFT COMPETENCY

Awalnya pengertian ABILITY sudah jelas maknanya yaitu kemampuan melaksanakan suatu Tugas dan untuk ini dibutuhkan SKILL, KNOWLEDGE dan ATTITUDE (SKA), maka kemudian muncul istilah COMPETENCY menggantikan istilah ABILITY  yang memiliki berbagai definisi sehingga menimbulkan perbedaan pengertian. Kerancuan ini semakin menjadi-jadi setelah adanya perkembangan Tugas atau Peran didalam Organisasi dari Era Manufacturing Economy menuju Era Service Economy.

Menurut Anda Kelompok mana yang kita namakan Competency

senang memajukan orang lain Mengajar
senang menjelaskan sesuatu yang sedehana menjadi menarik Berjualan
berani tatapmuka dan berkonfrontasi Menganalisis
pekerja keras Meneliti
tidak sabar bertindak Melayani
berpikiran strategis Mengatur
senang mempelajari sesuatu yang baru Menengahi konflik
senang dengan hal hal yang rinci Memelihara

Ada yang mengatakan kelompok kiri adalah Competency sedangkan yang kanan Competence, ada juga yang mengatakan bahwa kelompok kiri adalah Soft Competency sedangkan yang kanan adalah Hard Competency. Dan yang pasti adalah Kelompok kiri Personality Traits sedangkan yang kanan Activity.

Parry , distinguishes soft and hard competence. Hard competence refers to job-specific abilities (such as job-related knowledge and skills), whereas Soft competence refers to personality traits, values and styles. Although he admits that soft competence affects performance, he chooses not to include it in his definition of competence because he does “…not see them as competences to be developed through training” (Parry, 1996, p. 50). When competence is not divided in elements but is approached as a whole, the teaching question remains: can competence be taught? The answer again lies in the way competence is defined

dilingkungan Organisasi, banyak konsultan yang mendefinisikan Competency sebagai “The underlying characteristic” atau lebih ke Soft Competency yang berarti Personality Traits , dan Personality bukanlah sesuatu yang bisa dilatih atau diajarkan, kalau begitu bagaimana kita bisa mengisi Gap seseorang apabila dalam pengukuran kompetensi ybs belum mencapai standar kompetensi yang diwajibkan ??

Saya melihat ada pengertian yang keliru ketika membagi kompetensi kedalam dua bagian besar Hard and Soft Competency

Seperti kita semua tahu bahwa Competency terdiri dari Skill, Knowledge, Attitude, Traits dan Motivation dimana dua faktor  terakhir ini dinamakan sebagai Talents (yang terdiri dari Striving, Thinking, Relating dan Influencing).Kemudian dalam perjalanannya entah bagaimana ada pendapat yang mengatakan bahwa bagian Skill dan Knowledge dinamakan Hard Competency sedang bagian Traits dan Motivation adalah Soft Competency padahal yang namanya Competency seharusnya  mengandung keempat unsur diatas.

Pembagian yang benar seharusnya adalah sbb:

kemampuan melakukan suatu kegiatan terkait otak kiri dan motivasi diri disebut Hard Competency sedangkan Kemampuan melakukan kegiatan terkait otak kanan dan interpersonal disebut Soft Competency contohnya adalah

HARD COMPETENCIES SOFT COMPETENCIES
WRITING CARING
INSTALLING SERVING
ANALYZING TEACHING
PROGRAMMING MEDIATING
EVALUATING DESIGNING
RESTORING STRATEGIZING
SAFE KEEPING SELLING
About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: